Posted on

Ada kabar menarik dari scene League of Legends. Faker, sang pemain superstars dari Korea Selatan, bisa saja “tidak ikut” Wajib Militer! Faker yang kini berusia 24 tahun hanya tinggal 4 tahun saja sebelum batas akhir dia harus mendaftar wajib militer di Korea. Namun beberapa media di Korea saat ini sedang mendiskusikan tentang kemungkinan bahwa Faker bisa saja “tidak mengikuti” Wajib Militer.

Pada 2022 nanti, Asian Games akan digelar di Hangzhou, Tiongkok. Dari banyaknya ajang olahraga, esports rencananya akan menjadi salah satu cabang yang memperebutkan medali emas. Jika Faker dan timnya berhasil mendapatkan medali emas di ajang tersebut, dia bisa dibebaskan dari keikutsertaannya dalam wajib militer. Wajib militer di Korea Selatan biasanya berlangsung selama 2 tahun, waktu yang sangat lama untuk seorang atlet yang sedang berada di masa jayanya. Jika esports resmi dijadikan olahraga medali seperti olahraga lainnya, kemungkinan ‘pembebasan’ dari Wamil ini semakin besar.

Meski begitu ini bukan berarti Faker dan atlet peraih medali emas lainnya tidak benar-benar ikut Wamil. Mereka akan tetap mengikuti latihan militer namun dalam jangka waktu yang lebih singkat yaitu selama 3 minggu saja. Selain itu mereka juga harus menjadi sukarelawan selama kurang lebih 544 jam dalam kurun waktu 34 bulan. Hal ini sebelumnya pernah dilakukan oleh Son Heung-min yang berhasil memenangkan medali emas di Asian Games 2018.